
Ku masih ingat tentang kebersamaan kita. Tepat tiga tahun lalu, kita sempat menghabiskan waktu menanti pergantian tahun dan menjadikan malam itu malam terindah. Dari situlah, aku menganggap malam tersebut adalah awal kebersamaan kita sehingga membuat kita kian akrab, bahkan seperti lebih dari saudara.
Kuakui, dari dirimu ku banyak belajar. Belajar mengenai makna hidup. Banyak hal yang bisa kupetik dari pribadi yang cerdik sepertimu, meskipun kadang muncul dua sisi yang berbeda, namun itu tidak jadi persoalan, karena aku bisa memilah mana yang terbaik untukku.
Tahukah engkau? Perjalanan itu sungguh menyenangkan. Kita bisa saling berbagi. Berbagi suka maupun duka. Berbagi susah maupun senang. Dan berbagi apa saja yang membuat kita merasa nyaman ketika bersama.
Namun kini, kita selalu disibukkan dengan urusan masing-masing. Bahkan tuk duduk bersama sambil minum teh saja, seakan tiada waktu. Meskipun demikian, kenangan itu selalu membekas, dan bagaimana pun tak kan bisa terlupakan.
Kawan, ku sadar semua telah berubah. Kenangan saat kita saling bersama akan sulit kembali terwujud. Tapi, ku hanya berharap perubahan ini tidak membuat jarak di antara kita, seperti janjimu yang pernah terlanjur kau ucapkan padaku, bahwa kau kan tetap jadi sahabat sampai kapan pun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar